Rabu, 11 November 2009




Pada bulan Agustus 2009 saya mengajak rombongan dari Malaysia berkunjung ke Pulau ini dan mereka sangat menikmati perjalanannya menelusuri Sungai Musi. Untuk menuju Pulau ini membutuhkan transportasi air seperti Ketek, Speed Boat, Kapal Wisata Putri Kembang Dadar, Sigentar ALam dan Perahu Naga dari dermaga wisata Benteng Kuto Besak (BKB) atau dari Pabrik Intirub. Pulau ini letaknya di tengah sungai Musi kota Palembang. Namanya yaitu Pulau Kemaro yang berarti pulau yang tidak pernah tergenang air, walaupun air pasang besar dan pulau tersebut tidak akan kebanjiran dan akan terlihat dari kejauhan terapung di atas perairan Sungai Musi.
Pulau ini juga mempunyai legenda tentang kisah cinta "Siti Fatimah Putri Raja Palembang yang di lamr oleh Anak Raja China bernama Tan Bun Ann". Syarat yang diajukan Siti Fatimah pada Tan Bun Ann adalah menyediakan 9 guci berisi emas, keluarga Tan Bun Ann menerima syarat yang diajukan. Untuk menghindari bajak laut saat di perjalanan membawa emas dari negeri China maka emas yang di dalam guci tersebut ditutupi dengan asinan dan sayur, ketika kapal tersebut tiba di Palembang Tan Bun Ann memeriksa gusi tersebut yang ditutupi dengan asinan dan sayur, dengan rasa marah dan kecewa maka seluruh guci tersebut dibuangnya ke Sungai Musi tetapi pada guci yang terakhir terhempas pada dinding kapal dan pecah berantakan sehingga terlihatlah kepingan emas yang ada di dalamnya.
Ras penyesalan membuat anak Raja China tersebut mengambil keputusan untuk menerjunkan diri ke sungai dan tenggelam. Melihat tersebut Siti Fatimah ikut menerjunkan diri ke sungai sambil berkata "Jika ada tanah yang tumbuh di tepi sungai ini maka di situlah kuburan saya" itulah kisah legenda dari Pulau Kemaro.
Di Pulai ini juga terdapat sebuah Kelenteng yang selalu dikunjungi penganutnya terutama pada perayaan Cap Go Meh yang tidak hanya masyarakat keturunan Tiong Hoa di Kota Palembang tetapi dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara seperti Singapore, Hongkong, RRC dan lain-lain.

0 komentar: